55 Persen Guru Belum Terima Tunjangan Profesi

Oleh: Juragan Toz Sugianto Thursday, September 03, 2015
Kurikulum SD-MI: Sampai dengan Akhir Agustus 2015 atau sudah lewat 2 bulan dari Triwulan 2 Tahun 2015, masih terdapat sekitar 98 ribu atau sekitar 55 persen dari 178 ribu guru belum menerima Tunjangan Profesi Triwulan 2 (April-Mei-Juni) Tahun 2015. 

Secara total, daya serap anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) hingga 31 Agustus 2015 baru 44 persen dari alokasi APBN yang mencapai Rp 53,27 triliun. Akan tetapi justru Mendikbud Anies Baswedan mengatakan bahwa hal itu cukup bagus apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2013/2014.

Meskipun Mendikbud mengklaim bahwa realiasasi anggaran tahun 2015 ini bagus, namun khusus untuk tunjangan guru ternyata masih banyak dana belum tersalurkan. Data Kemdikbud menyebutkan, hingga akhir Agustus, sebanyak 55 persen dari 178 ribu guru atau sekitar 98 ribu belum m‎enerima tunjangan profesi. Untuk tunjangan fungsional yang sudah menerima sebanyak 48 persen. Sementara, untuk tunjangan khusus dan guru bantu masing-masing 36 dan 47 persen.

Tersendatnya penyaluran Tunjangan Profesi Guru disebabkan terdapatnya berbagai kendala sehubungan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh guru dan proses ferivikasi fisik/manual oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Disadari oleh banyak pihak bahwa untuk menyampaikan Uang Negara (dengan persyaratan khusus) kepada guru harus "ditukar" dengan bukti fisik kinerja guru dengan beban 24 jam pelajaran tatap muka per minggu. Kondisi demikian menyebabkan mandeknya anggaran Kemdikbud dalam penyaluran tunjangan guru ini sehingga belum semua guru menerimanya. 

Demikian informasi mengenai 55 Persen Guru Belum Terima Tunjangan Profesi, mudah-mudahan guru yang masih terkendala mendapatkan hak Tunjangan Profesinya mampu bersabar dan jika terdapat kekurangan persyaratan segera dapat memenuhinya.

Semoga Bermanfaat.