Aplikasi Administrasi Guru Kelas

Pada hakekatnya setiap guru wajib memiliki data tentang murid/siswa, kelas dan pembelajaran. Data tersebut semuanya dikemas dalam Buku atau format administrasi Guru. Secara garis besar administrasi guru ini berisikan hal apa yang biasa dilakukan seorang guru, namun karena bentuknya aplikasi atau format administrasi guru guna baiknya kualitas data dan fakta yang telah dilakukan dibukukan dengan administrasi ini. 

Aplikasi Guru Kelas silahkan DOWNLOAD di SINI

Isi dari Buku / Format Administrasi Guru ini adalah menyangkut hal-hal seperti berikut:


1. Kata Pengantar
2. Daftar Isi
3. Disiplin
4. Pancasila
5. Kode Etik Guru
6. Ikrar Guru
7. Hak dan Kewajiban Guru
8. Tata Tertib Guru
9. Tata Tertib Siswa
10. Data Siswa dan Orang Tua/Wali Murid
11. Jadwal Pelajaran
12. Jadwal Piket
13. Pembagian Kelompok Belajar
14. Denah Tempat Duduk Siswa
15. Data Umur Siswa
16. Data Berat badan Dan tinggi Badan Sisiwa
17. Data Jumlah Siswa Menurut Tahun lahir
18. Daftar Riwayat Kesehatan Siswa
19. Data Kegiatan Ekstrakurikurer
20. Data Bakat dan Minat Siswa bidang Olah Raga dan Kesenian
21. Daftar Riwayat Kelakuan
22. Daftar Kegiatan Study Tour
23. Data Pekerjaan dan Pendidikan Orang tua /Wali murid
24. Pengamatan Efektif Siswa
25. Daftar Mutasi Siswa
26. Rekapitulasi Jumlah Siswa
27. Rekapitulasi Absen siswa
28. Daftar Target Taraf seraf mata pelajaran
29. Menghitung jam belajar efektif
30. Daftar Tamu
31. Bukti pemeriksaan Administrasi kelas
32. Daftar Inventaris barang
33. Data buku pegangan guru
34. Daftar buku siswa
35. Daftar pengambilan Raport semester 1
36. Daftar Pengambilan Raport semester 2
37. Dafar Kenaikan kelas
38. Daftar Pengambilan Ijazah/STTB
39. Analisa Evaluasi Belajar
40. Penghitung Nilai kompetensi dasar
41. Program remedial
42. Program bimbingan dan konseling Semester I
43. Program bimbingan dan konseling Semester II
44. Mutasi Duduk Siswa
45. Grafik pencapaian target kurikulum
46. Grafik Absen siswa
47. Grafik taraf serap mata pelajaran esensial
48. Grafik taraf serap mata pelajaran non esensial
49. Kisi-kisi Penulisan Soal
50. pedoman penskoran
51. Kartu soal bentuk pilihan ganda
52. Kartu soal uraian dan praktek siswa


Sepertinya terkesan terlalu banyak, bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa guru terlalu disibukan dengan kegiatan administrasi sehingga sangat memiliki keterbatasan kesempatan dalam mempersiapkan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan menganalisa hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Akan tetapi, janganlah pernah menjadikan kesibukan satu hal sebagai penghambat untuk hal lainnya apalagi hal tersebut sebagai pendukung hal lain yang dimaksud. Guru dituntut kreatif untuk melakukan apapun terkait dengan tugas dan kewajiban keguruannya.

Selamat Bekerja !!!

Inilah Fitur Baru Dapodikdas 4.0.0 yang Dinatikan

Inilah Menu Tambahan Pada Dapodikdas 4.00
Direncanakan, 30 Juli 2015 Dapodikdas Generasi ke-4 akan diluncurkan. Dapodikdas 4.0.0 merupakan wajah baru guna meningkatkan performa pendataan dari versi 3.03 menjadi 4.00, kelebihan dapodikdas 4.00 sendiri sudah diberitakan pada laman www.dikdas.kemdikbud.go.id Terdapat beberapa menu tambahan yang tak dimiliki pendahulunya beberapa komponen penting yang harus diperhatikan pada fitur tambahan ini.

Menu/Fitur Tambahan pada Dapodikdas 4.0.0 adalah sebagai berikut: 
  1. Penambahan referensi baru yang meliputi wilayah dan operasional.
  2. Pencantuman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sekolah pada formulir sekolah. 
  3. Entri dan atau update data dapat dilakukan dengan menggunakan lebih dari satu komputer.
  4. Ada metode tambah peserta didik baru online melalui Dapodikdasmen, sehingga operator sekolah tidak input ulang siswa kelas 7 (SMP)
Secara detail tentang bagaimana cara penggunaan atau cara input pada dapodikdas 4.00 ini akan kita tunggu Manual Instalasi dan Pengoperasian yang biasanya dirilis menyertai kemunculan aplikasinya.

Sekedar mengingatkan kembali, berikut prosedur instalasi Dapodik:
  1. Siapkan Kode Registrasi Dapodik Sekolah, jika lupa hubungi Operator UPTD/Dinas Pendidikan.
  2. Download Aplikasi Dapodik 4.0.0 beserta Manual/Panduan di alamat berikut  http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/laman/unduh
  3. Download Data Prefill sekolah di alamat berikut  http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/laman/prefill
  4. Download Manual/Panduan Instalasi dan Pengoperasian Aplikasi Dapodik 4.0.0 di alamat  http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/laman/unduh
  5. Buat Folder pada Direktori C:/ di komputer atau laptop yang akan diinstal Aplikasi Dapodik nama foldernya ... prefill_dapodik
  6. Simpan Data Prefill yang sudah didownload pada polder ... prefill_dapodik
  7. Baca terlebih dahulu Manual/Panduan yang sudah didownload dan ikuti langkah demi langkah.
  8. Lakukan Instalasi dan Siap Bekerja
Demikian, semoga bermanfaat !!! .... Salam Satu Data Berkwalitas !!!

Mengenal Lambang Tut Wuri Handayani Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sebelumnya bernama Departemen Pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud) dan Pernah bernama Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) memiliki lambang yang biasanya lebih dikenal dengan sebutan lambang tut wuri handayani.

Beredar di kalangan instansi maupun masyarakat, terdapat beberapa jenis lambang tut wuri handayani tersebut, meskipun pada prinsipnya sama, akan tetapi beberapa lambang tersebut memiliki perbedaan pada beberapa bagian. Masyarakat awam menganggap ah itu sama saja, padahal setiap garis, gambar dan warna pada lambang tersebut memiliki aturan, arti dan makna tersendiri yang tidak bisa dirubah.

Yang benar, Lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0398/M/1977 tanggal 6 September 1977 dengan uraian lambang sebagai berikut:

1.BIDANG SEGI LIMA (Biru Muda).
Menggambarkan alam kehidupan Pancasila.

2.SEMBOYAN TUT WURI HANDAYANI. 
Digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan ini bearti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.

3.BELENCONG MENYALA BERMOTIF GARUDA. 
Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya belencong membuat pertunjukan menjadi hidup. Burung Garuda (yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: “Satu kata dengan perbuatan Pancasilais”

4. BUKU. 
Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

5. WARNA. 
Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup pancasila).

Melawan Lupa; Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional

Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Beliau berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, pada tahun 1922 saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, beliau tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya beliau dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. 

Pendiri Taman Siswa ini adalah dijuluki Bapak Pendidikan Nasional. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Beliau meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 pada usia 69 tahundan dimakamkan di sana. Ajarannya yang terkenal ialah;

  1. ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan)
  2. ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), 
  3. tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), 
Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.
Ki Hadjar Dewantara adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Beliau adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-rang Belanda.
Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Beliau menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. 

Pada masa awal pemerintahan RI, dipercaya sebagai Menteri Pendidikan Republik Indonesia yang pertama dari 2 September 1945 s.d. 14 November 1945. Meski dalam waktu yang sangat singkat, Beliau telah meletakkan Pondasi Pembangunan Pendidikan Indonesia yang sampai saat ini dan sampai kapanpun akan sangat berarti.
Tujuh bulan setelah kepulangannya, beliau dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)
Lebih lanjut, silahkan baca kisah hidupnya, dapat di-Download di Sini.