Kurikulum SD-MI

Silabus dan RPP; KTSP 2006 dan Kurikulum 2013

Pesan RPP SD Tematik PJOK Matematika Kurikulum 2013

Pesan RPP SD Tematik PJOK Matematika Kurikulum 2013 || Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau selanjutnya disebut RPP merupakan salah satu Komponen Wajib yang harus dimiliki guru. Dalam prakteknya, karena berbagai hal, tidak setiap guru memiliki kesempatan yang cukup untuk melaksanakan kewajiban menyusun RPP.

Untuk mempermudah guru menyediakan RPP, Admin menyediakan layanan Pesanan RPP khusus untuk RPP Tematik, PJOK dan Matematika SD Kurikulum 2013. RPP tersebut berupa master dalam format MSWord yang dapat diedit sesuai situasi dan kondisi sekolah. Setiap Pesanan RPP disertai Bonus berupa Silabus, Program Tahunan dan Program Semester. RPP yang tersedia adalah sebagai berikut:

Untuk PESAN RPP silahkan - KLIK di SINI

RPP Tematik Kelas
RPP Tematik SD Kelas 1 Semester 1 dan 2
RPP Tematik SD Kelas 2 Semester 1 dan 2
RPP Tematik SD Kelas 3 Semester 1 dan 2
RPP Tematik SD Kelas 4 Semester 1 dan 2
RPP Tematik SD Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPP Tematik SD Kelas 6 Semester 1 dan 2

Untuk PESAN RPP silahkan - KLIK di SINI

RPP Matematika
RPP Matematika SD Kelas 4 Semester 1 dan 2
RPP Matematika SD Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPP Matematika SD Kelas 6 Semester 1 dan 2

Untuk PESAN RPP silahkan - KLIK di SINI

RPP PJOK
RPP PJOK SD Kelas 1 Semester 1 dan 2
RPP PJOK SD Kelas 2 Semester 1 dan 2
RPP PJOK SD Kelas 3 Semester 1 dan 2
RPP PJOK SD Kelas 4 Semester 1 dan 2
RPP PJOK SD Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPP PJOK SD Kelas 6 Semester 1 dan 2

Untuk PESAN RPP silahkan - KLIK di SINI

Demikian sajian informasi PESAN RPP Tematik, PJOK dan Matematika SD Kurikulum 2013. Semoga Bermanfaat !!!

Program Tahunan dan Program Semester Kurikulum 2013 Revisi 2017

Program Tahunan dan Program Semester || Dikenal dengan istilah Prota dan Promes adalah program pengajaran yang harus dicapai selama satu semester, selama periode ini diharapkan para siswa menguasai pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai satu kesatuan utuh. Program semester dijabarkan dari Silabus pada masing-masing mata pelajaran atau tema pelajaran, di dalamnya terdiri atas: Kompetensi Dasar, Indikator, alokasi waktu, dan alokasi pertemuan kapan pembelajaran tersebut disajikan.

Komponen-komponen program semester meliputi: Identitas (satuan pendidikan, mata pelajaran atau tema pembelajaran, kelas, semester), kompetensi dasar, kegiatan pembelajaran, indikator, alokasi waktu dan rangkaian tanggal pelaksanaan pembelajaran

Beberapa hal perlu disiapkan sehubungan penyusunan Program Semester Kurikulum SD 2013 Revisi 2017. Perangkat yang harus ada adalah; Silabus Mata Pelajaran Atau Silabus Tema, Jadwal Pembelajaran dan Kalender Pendidikan. Ketiga jenis perangkat tersebut wajib ada karena konten Program Semester semuanya diambil dan harus berdasarkan isi dari ketiganya.

Setelah Perangkat tadi tersedia, barulah akan bisa dilakukan langkah-langkah dalam penyusunan ProgramSemester SD Kurikulum 2013 Revisi 2017:
  1. Menghitung jumlah minggu kalender dalam setiap semester.
  2. Menghitung jumlah minggu tidak efektif dalam satu semester.
  3. Menghitung minggu efektif dalam satu semester.
  4. Menghitung jam tidak efektif dalam satu semester.
  5. Menghitung jam efektif dalam satu semester (untuk semua mata pelajaran tematik).
  6. Menjabarkan jam efektif untuk setiap kompetensi dasar.
  7. Mengurutkan kompetensi dasar pada setiap semester.
  8. Menuangkan hasil analisis ke dalam format program semester.
Untuk mendapatkan Program Tahunan dan Semester SD Kurikulum 2013 Revisi 2017 Silahkan Download pada Link di bawah ini:

Pemesanan RPP SD Kurikulum 2013 Tematik-PJOK-Matematika - [klik di sini]

Program Tahunan dan Semester Kelas 1 – KLIK di SINI
Program Tahunan dan Semester Kelas 2 – KLIK di SINI
Program Tahunan dan Semester Kelas 3 – KLIK di SINI
Program Tahunan dan Semester Kelas 4 – KLIK di SINI
Program Tahunan dan Semester Kelas 5 – KLIK di SINI
Program Tahunan dan Semester Kelas 6 – KLIK di SINI

Demikian sajian informasi mengenai ProgramTahunan dan Semester SD Kurikulum2013 Revisi 2017 yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Mudah-mudahan membantu para guru dalam menyiapkan pembelajaran dengan sebaik mungkin.

Semoga Bermanfaat !!!

Kurikulum PPG Dalam Jabatan


Kurikulum PPG Dalam Jabatan ||  Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu rangkaian pendidikan yang harus ditempuh oleh siapa saja yang berkeinginan menjadi Guru. Kenapa demikian, karena Guru merupakan Tenaga Profesional yang berarti bahwa Pekerjaanguru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi,  dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan pendidikan tertentu. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yang menegaskan bahwa "Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani,  serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional".

Sehubungan dengan hal tersebut, maka capaian pembelajaran lulusan program Pendidikan Profesi Guru mencakup empat aspek kompetensi yang harus dimiliki guru berikut ini;

Aspek Paedagogik; Seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi pembelajaran.

Aspek Kepribadian; Seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang membentuk kepribadian guru yang mencerminkan perilaku ahklak mulia,kearifan, dan kewibawaan sehingga menjadi teladan bagi peserta didik.

Aspek Sosial; Seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan beradaptasi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali dan masyarakat sekitar.

Aspek Profesional; Seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan tentang struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang harus dimiliki, dikuasai, dihayati, dan diaktualisasikan oleh guru.

Untuk mencapai empat aspek kompetensi tersebut, dibuatlah Kurikulum PPG. Kurikulum yang ditetapkan terbagi ke dalam 2 bagian.
Bagian Pertama; memberikan pembekalan teori yang mencakup Lokakarya pengembanganperangkatpembelajarandisertaidengan penguatan kompetensi pedagogik atau bidang studi dan keprofesian; serta rencana penelitian tindakan. Proporsi pada bagian pertama ini adalah 60 %.
Bagian Kedua; memberikan pembekalan pengalaman praktik mencakup Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dengan proporsi 40 %.

Kedua bagian integral Kurikulum PPG tersebut dilaksanakan dengan Bobot 24 Satuan Kredit Semester (SKS) yang dapat ditempuh dalam waktu selama kurang lebih 1 (satu) Semester. Untuk lebih jelasnya, Kurikulum PPG dapat dilihat pada tabel di bawah ini:


Demikian sajian informasi mengenai Kurikulum PPG DalamJabatan yang dapat penulis sampaikan. Mudah-mudahan memberikan kelengkapan informasi terkait Program PPG.

Semoga Bermanfaat !!!

Soal Latihan TKD Kelas 3 SD

Soal Latihan TKD Kelas 3 SD ||  Tes Kemampuan Dasar atau populer disebut (TKD) untuk siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan ujian bagi siswa kelas III. Materi yang diujikan adalah Membaca, Menulis dan Berhitung atau sering diistilahkan Calistung. Sebagaimana yang diajarkan pada kelas rendah, prioritas dalam pencapaian target adalah kemampuan calistung yang merupakan bekal untuk melanjutkan di kelas tinggi yaitu kelas IV, V, dan VI.

Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Dasa (TKD), siswa di uji kemampuan membaca, menulis dan berhitung.


A. Membaca
Pada era globalisasi seperti sekarang ini telah terjadi kemajuan yang sangat pesat pada bidang teknologi informasi. Kemajuan itu menuntut dukungan budaya baca tulis, yaitu perwujudan perilaku yang mencakup kemampuan, kebiasaan, kegemaran, dan kebutuhan baca tulis.
Namun hingga saat ini budaya baca tulis belum sepenuhnya berkembang di masyarakat Indonesia. Karena itu jika bangsa Indonesia ingin berhasil dalam pembangunan di masa depan, pengembangan budaya baca tulis mutlak diperlukan.
Yang menjadi persoalan sekarang adalah, kapan kemampuan membaca dan menulis mulai diajarkan? Jawaban pertanyaan itu sebenarnya masih berupa polemik. Bagaimana tidak? Sebagian ahli mengatakan membaca dan menulis baru dapat diajarkan setelah anak masuk SD sebagaimana kebijakan kurikulum TK sekarang ini. Tetapi banyak juga ahli yang mengatakan bahwa membaca dan menulis harus diajarkan sejak dini.

B. Menulis
Siapa pun sebetulnya berpotensi menjadi penulis. Buktinya, setiap orang bisa menulis diary-nya dengan lancar, runtut, baik, ekspresif, artikulatif. Ketika orang menulis diary-nya sendiri, ia dalam situasi psikologis yang bebas, tidak merasa sedang diancam oleh siapa pun. Ia memosisikan kegiatan penulisan diary-nya sebagai kegiatan ekspresi personal yang tak memerlukan penilai dan pemberi sanksi. Toh, sebuah diary tak akan dibaca orang. Karena itulah ia bisa menulis dengan baik. Tetapi ketika penulis diary itu mulai menulis artikel atau laporan yang akan dibaca orang, maka jadilah ia penulis yang tersendat-sendat, ekspresinya macet, sulit meruntutkan gagasan, artikulasinya terhambat, dan kerap kali gagal. Sebabnya, ketika menulis, mereka mereposisi sindiri menjadi individu yang terkerangkeng oleh hantu ancaman yang dibentuknya sendiri. Reposisi inilah yang keliru. Jadi, kuncinya adalah pada beban psikologis sebagai pemilik gagasan.

Dalam tradisi oral, orang akan merasa punya beban yang sedikit saja atau bahkan tidak punya sama sekali. Tapi ketika ia masuk ke tradisi literer, tradisi tulisan, beban itu bertambah bertumpuk-tumpuk. Ketika akan menuliskan gagasannya, setiap calon penulis seperti sedang menyusun sendiri bukti-bukti kuat yang bisa membuatnya diberi sanksi. Entah sanksi moral, sosial, hukum, atau politik. Maka ia pun gagap menulis karena beban itu.

C. Berhitung

Berhitung merupakan kemampuan yang digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik ketika membeli sesuatu, membayar rekening listrik, dan lain sebagainya. Tidak diragukan lagi bahwa berhitung merupakan pekerjaan yang kompleks yang di dalamnya melibatkan membaca, menulis, dan keterampilan bahasa lainnya. kemampuan untuk membedakan ukuran-ukuran dan kuantitas relatif dan obyektif. kemampuan untuk mengenali urutan, pola, dan kelompok. Ingatan jangka pendek untuk meningat elemen-elemen dari sebuah soal matematika saat mengerjakan persamaan. kemampuan membedakan ide-ide abstrak, seperti angka-angka negatif, atau system angka yang tidak menggunakan basis sepuluh.


Demikian sajian informasi mengenai Soal Latihan TKD Kelas 3 SD yang dapat penulis sampaikan. Semoga Bermanfaat !!!

Alur Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Alur Pendidikan Profesi Guru (PPG) || Pendidikan Profesi Guru(PPG) merupakan salah satu rangkaian pendidikan yang harus ditempuh oleh siapa saja yang berkeinginan menjadi Guru. Kenapa demikian, karena Guru merupakan Tenaga Profesional yang berarti bahwa Pekerjaanguru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi,  dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan pendidikan tertentu. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen yang menegaskan bahwa "Guru wajib memiliki kualifikasi akademik,  kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani,  serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional".

Pelaksanaan PPG untuk saat ini terbagi ke dalam 2 jalur mekanisme, yaitu PPG Pra Jabatan dan PPG Dalam Jabatan. Hal tersebut dinyatakan dalam Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017 Pasal 1 butir 5. PPG Prajabatan yang dimaksud adalah PPG yang diselenggarakan bagi Lulusan Sarjana (S1) dalam kondisi yang bersangkutan belum terikat dengan pekerjaan sebagai guru. Sedangkan PPG Dalam Jabatan merupakan PPG yang diselenggarakan bagi Lulusan Sarjana (S1) Kependidikan yang sudah dan sedang melaksanakan pekerjaan sebagai guru dengan persyaratan tertentu.

Khusus untuk PPG Dalam Jabatan, pemerintah menetapkan persyaratan sebagai berikut:
1.     Belum Memiliki Sertifikat Pendidik
2.     Lulus S1 / D4 yang Linier dengan Mata Pelajaran yang diampu
3.     Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Guru Tetap Yayasan atau Guru Honor Daerah dengan Surat Keputusan Pimpinan Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) TMT sebelum 31 Desember 2015.
4.     Belum pensiun, usia paling tua kelahiran tahun 1960
5.     Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
6.     Memiliki Nomor Peserta Uji Kompetensi Guru (UKG)
7.     Terdaftar sebagai Anggota Komunitas dalam SIM PKB
8.     Terdaftar dalam Sistem Dapodik
Calon peserta yang sudah memenuhi persyaratan administratif untuk pendaftaran, harus mengikuti Alur PPG sebagai berikut:

SELEKSI, terdiri dari;
  • Potensi Akademik
  • Kompetensi Dasar Pedagogik dan Profesional
  • Bakat dan Minat
WORKSHOP, terdiri dari;
  • Pembekalan Awal PPG
  • Lokakarya Pengembangan Perangkat Pembelajaran disertai penguatan substansi materi yang diajarkan
  • Latihan Mengajar Terbatas
  • Penguatan kompetensi sosial dan kepribadian
  • Refleksi
Program Praktik Lapangan (PPL), terdiri dari;
  • Program Praktik Lapangan (PPL), yaitu praktik mengajar mandiri dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing
  • Praktik Penelitian Tindakan Kelas
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG), terdiri dari;
  • Uji Pengetahuan
  • Uji Kinerja
Baca Juga;

Setelah mengikuti seluruh rangkaian proses PPG, Mahasiswa/Peserta yang memenuhi Kriteria Kelulusan berhak memperoleh Sertifikat Pendidik. Bagi yant belum bekerja, Sertifikat Pendidik merupakan bukti bahwa yang bersangkutan telah memenuhi kuallifikasi sebagai calon Guru. Sedangkan bagi yang sudah bekerja, selain bukti telah memenuhi kelayakan sebagai Guru, dengan memiliki Sertifikat Pendidik juga memiliki Hak untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru, kecuali atas ketentuan tersendiri bagi Guru Honorer Sekolah di Satuan Pendidikan Negeri / yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Demikian sajian informasi mengenai AlurPendidikan Profesi Guru (PPG) yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan ini. Mudah-mudahan memberikan wawasan dan menambah referensi terkait pelaksanaan PPG khususnya bagi yang belum.

Semoga Bermanfaat !!!
Back To Top