Mengenal Diklat Kepegawaian PNS

Kurikulum SD-MI: Pendidikan dan pelatihan PNS yang selanjutnya disebut DIKLAT adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Diklat Bertujuan :
Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi;
Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan;
Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat;
Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.

Sasaran :
Sasaran Diklat adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing.

Jenis dan Jenjang DIKLAT

Diklat Prajabatan
Diklat Prajabatan merupakan syarat pengangkatan CPNS menjadi PNS Diklat Prajabatan terdiri dari :
1. Diklat Prajabatan Golongan I untuk menjadi PNS Golongan I
2. Diklat Prajabatan Golongan II untuk menjadi PNS Golongan II
3. Diklat Prajabatan Golongan III untuk menjadi PNS Golongan I

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) wajib disertakan dalam diklat Prajabatan selambat-lambatnya 2 (dua) tahun setelah pengangkatannya sebagai CPNS.

CPNS wajib mengikuti dan lulus Diklat prajabatan untuk diangkat sebagai PNS

Diklat Prajabatan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas, dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dna perannya sebagai pelayan masyarakat.

Pesera diklat Prajabatan adalah semua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

Diklat Dalam Jabatan
Diklat dalam jabatan dilaksanakan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap PNS agar dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan dengan sebaik-baiknya.

Diklat dalam jabatan terdiri atas :
1. Diklat kepemimpinan
Diklat kepemimpinan yang selanjutnya disebut DIKLATPIM dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompentensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural.

2. Diklat kepemimpinan yang selanjutnya disebut DIKLATPIM dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompentensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural Diklat terdiri dari :
Diklatpim Tingkat IV adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon IV;
Diklatpim Tingkat III adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon III;
Diklatpim Tingkat II adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon II;
Diklatpim Tingkat I adalah Diklatpim untuk jabatan struktural Eselon I.

3. Diklat Fungsional
Diklat Fungsional dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan Fungsional masing-masing
Jenis dan jenjang diklat Fungsional untuk masing-masing jabatan fungsional ditetapkan oleh instansi Pembina jabatan Fungsional yang bersangkutan

4. Diklat Teknis
Diklat teknis dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanakan tugas PNS. Diklat teknis dapat dilaksanakan secara berjenjang
Jenis dan jenjang diklat Teknis untuk masing-masing jabatan ditetapkan oleh instansi teknis yang bersangkutan

Lalu bagaimana membedakan Jenis Diklat Formal Dan Non Formal Pada PUPNS 
Diklat formal itu diklat fungsional, dimana diklat ini merupakan diklat wajib oleh para calon dan pejabat fungsional tertentu, contoh : diklat auditor, diklat profesi guru,
sedangkan Diklat non Formal itu diklat yang tidak wajib oleh para pegawai , contoh : diklat pengelolaan keuangan, diklat managemen sekolah, dst

Dapodikdas 4.01 Telah Hadir, Segera Update Sekarang

Kurikulum SD-MISebagaimana diketahui bahwa sampai dengan artikel ini dibuat, para operator Dapodikdas kebanyakan masih menggunakan Aplikasi Dapodikdas Versi 4.00 Padahal Tim Manajemen Dapodikdas telah merilis Aplikasi Dapodikdas Versi 4.01. Aplikasi terbaru saat ini dirilis dalam rangka percepatan pemutakhiran data semester 1 tahun ajaran 2015/2016.

Setiap perubahan yang dirilis, tentunya ditujukan untuk menyempurnakan dan menambah fitur yang lebih lengkap sesuai dengan kebutuhan yang terus berkembang. Berikut Daftar Perubahan Aplikasi Dapodikdas versi 4.0.1
  1. [Perbaikan] Level wilayah bergeser pada profil sekolah
  2. [Perbaikan] Level wilayah bergeser pada identitas sekolah di beranda
  3. [Perbaikan] Kolom SKHUN yang kembali merah
  4. [Perbaikan] Link generate prefill
  5. [Pembaruan] Pembukaan Nama, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, Jenis Kelamin pada data PTK
  6. [Pembaruan] Pembukaan Nama, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung pada data Peserta Didik
  7. [Pembaruan] Validasi No Peserta Ujian Nasional untuk peserta didik jenjang SMP
  8. [Pembaruan] Validasi peserta didik maksimal 200 data (paging)
  9. [Pembaruan] Referensi Kembali Bersekolah ketika memasukan peserta didik ke anggota rombel
Bagaimana cara melakukan Update Dapodikdas ke Versi 4.01 ? .... Silahkan pelajari caranya pada artikel berikut: Cara Update Dapodikdas 4.01.

Demikian sajian informasi Dapodikdas 4.01 - Semoga Bermanfaat !!!
Salam Satu Data Berkualitas !!!

Cara Update Dapodikdas 4.01

Kurikulum SD-MI: Aplikasi Dapodikdas 4.01 telah dilaunching untuk mengupdate pembaharuan versi sebelumnya yaitu 4.00 yang kita ketahui hingga saat ini sedang digunakan. Untuk menghasilkan kualitas proses dan hasil, segera lakukan Updte Versi ke 4.01. Proses Update ke Dapodikdas Versi 4.01 sangat berbeda dan tentunya lebih mudah dan praktis. Jika sebelumnya untuk update versi harus download installer Patch kemudian melakukan instalasi patch, sekarang hanya tinggal melakukannya dari Aplikasi Dapodik Versi 4.00.

Bagaimana cara Download dan Update dapodikdas ke versi 4.0.1 ? ... Rekan Operator tak perlu report lagi mengunduhnya, lakukan lngkah berikut untuk cara update dapodikdas ke versi 401

Koneksikan Internetnya pada Laptop atau PC nya yang terinstal Dapodik
Masuk pada menu pengaturan lihat berikut









tunggu hingga berhasil dan selesai, setelah proses tersebut lakukan refresh/reload dengan tekan menu "Muat Ulang Halaman Sekarang" pada kotak dialog bagian kanan bawah dan bisa juga tekan F5 atau Ctrl+R dan lihat hasilnya.









Bagaiamana cara pembaharuan Versi dapodikdas 4.0.1 tanpa mendownload instaler atau pacth 4.0.1, kiranya sangat mudah dibanding waktu sebelumnya ?

Demikian sajian informasi Cara Update Dapodikdas 4.01, bagi rekan Operator Sekolah yang belum melakukan update aplikasi disarankan segera melakukannya untuk kelancaran proses updating data guna menghasilkan data berkualitas.

Semoga Bermanfaat !!!

Tunjangan Profesi Guru Akan Ditentukan Hasil PKGuru

Kurikulum SD-MIPada saat ini besaran Tunjangan Profesi Pendidik (Guru) ditentukan berdasarkan gaji pokok yang diterima berdasarkan Golongan dan Masa Kerja. Kondisi tersebut menimbulkan banyak kritikan karena kenyataan di lapangan bahwa kinerja guru yang memiliki golongan dan masa kerjanya tinggi tidak lebih bagus dari guru yang golongan dan masa kerjanya rendah.

Akhirnya Menteri Pendidikian dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan harus merubah dasar pebesaran Tunjangan Profesi Guru. Dalam pernyataannya yang dimuat JPNN pada Rabu 26 Agustus 2015 menyatakan bahwa kinerja guru perlu sejalan dengan kompetensi guru, sertifikasi guru, dan penghargaan termasuk tunjangan profesi yang diberikan kepada guru. Untuk mendorong kinerja guru, pemerintah menetapkan bahwa penilaian kinerja dan kompetensi guru harus menjadi syarat pemberian tunjangan profesi, Itu sebabnya diperlukan mekanisme pengawasan dan penilaian yang handal dan akurat, sehingga penilaian tersebut adil dan bermartabat.

Mendikbud menerangkan pula bahwa Kemdikbud bekerja sama dengan Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penganggulangan Kemiskinan (TNP2K) telah melakukan ujicoba program Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru). Rencananya, ujicoba akan mulai dilakukan pada pertengahan tahun 2016. Terdapat tiga instrumen penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja layanan guru dalam KIAT Guru.
  1. Menggunakan aplikasi berbasis Android yang dapat digunakan untuk mendata kehadiran guru dan murid secara akurat".
  2. Instrumen untuk mendiagnosa dengan cepat kemampuan dasar para peserta didik dalam literasi dan numerasi dasar peserta didik. Hasil pemetaan kemampuan dasar murid secara sederhana, lanjutnya, memungkinkan masyarakat untuk mengetahui sejauh mana capaian murid-murid di desa mereka dibandingkan dengan standar capaian Kurikulum 2006.
  3. Instrumen yang memungkinkan masyarakat menilai kinerja layanan guru berdasarkan 5-8 indikator, yang secara sederhana menuntut peningkatan kompetensi guru dalam hal profesionalitas, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru.
Ketiga instrumen tersebut digunakan sebagai perangkat kebijakan untuk mengaitkan pembayaran tunjangan dengan kinerja layanan guru dan untuk meningkatkan akuntabilitas guru kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang telah diadaptasikan untuk bidang pendidikan. 

Demikian sajian informasi mengenai Tunjangan Profesi Guru Akan Ditentukan Hasil PKGuru. Semoga informasi dapat lebih memacu kreativitas guru Indonesia guna meningkatkan kinerjanya.

Jayalah Guru Indonesia !!!