Cara Menumbuhkan Budi Pekerti Versi Mendikbud

Oleh: Juragan Toz Sugianto Tuesday, July 28, 2015
Menindaklanjuti implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Perendikbud) Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Mendikbud Anies Baswedan memperkenalkan versinya tentang cara untuk menumbukkan budi pekerti pada siswa. Upaya penumbuhan Budi Pekerti tersebut adalah sebagai berikut:
Para siswa diajarkan secara teoritis maupun praktis tentang pengetahuan dan wawasan Budi Pekerti terkait latar belakang, tujuan, manfaat dan tata cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari baik informal maupun formal di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

2. Dibiasakan
Apa yang telah diajarkan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembiasaan yang selalu harus dilakukan oleh siswa. Pembiasaan tersebut diimplementasikan secara menyeluruh dengan bimbingan dan pembinaan baik dari orang tua maupun guru.

3. Dilatih secara Konsisten
Guna menumbuhkan kebiasaan tersebut, perlu pula penekanan untuk dilatihkan yang pelaksanaannya dilakukan secara konsisten sehingga menjadi sebuah nilai sikap yang melekat pada pribadi yang tercermin dalam perilaku.

Harapannya, tiga upaya tersebut itu akan menjadi kebiasaan pada siswa yang kemudian terbentuk karakter dan selanjutnya menjadi budaya baik di keluarga, sekolah maupun masyarakat. Tetapi, untuk menjadi budaya perlu melewati beberapa proses tersebut.

Jadi, Budi Pekerti tidak boleh hanya sekedar dijadikan pengetahuan belaka. Ketika bud pekerti tumbuh sebagai kebiasaan, karakter dan budaya bakal mengikuti dengan sendirinya.

Ketiga tahapan proses yang harus dilakukan tersebut, Mendikbud berharap agar para guru, para kepala sekolah menyadari bahwa mulai tahun pelajaran 2015/2016 ini serius bicara dan bertindak tentang penumbuhan budi pekerti khususnya di lingkungan sekolah.

Terdapat satu kasus yang dicontohkan oleh Mendikbud adalah mengenai budaya hidup bersih. Hal pertama yang perlu dilakukan ialah mengajarkan siswa tentang cara hidup bersih dan bahaya hidup kotor. Setelah itu siswa dibiasakan membersihkan dan membuang sampah pada tempatnya. Siwa perlu mendaat teguran jika tak mau atau malah melanggar aturan tersebut. Jika hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan siswa maka akan tumbuh karakter siswa yang menyukai kebersihan dan tidak nyaman ketika melihat sampah bukan pada tempatnya serta berujung menjadi budaya bersih pada siswa.